A. BENTUK LINGUISTIK, HAKIKAT MORFOLOGI, DAN OBJEK KAJIAN MORFOLOGI
Nama : Muhammad Zukhruf Fikri Al ayubi
NIM :166106
Kelas :PBSI 2016-B
A. TIGA KONSEP
DASAR BENTUK LINGUISTIK
1.
Bentuk Bahasa (Tata bahasa/Grammar).
2.
Kedua Arti Bahasa.
3.
Ketiga Bahasa dalam konteksnya (KONTEKS BAHASA)
B. Hakikat Morfologi
Morfologi merupakan salah satu cabang dari linguistik umum, morfologi dan semantik merupakan tingakatan paling
tinggi dalam linguistik. Secara etimologi morfologi berasal dari kata “morf” yang berarti
bentuk dan “logi” yang berarti ilmu.
Dalam kajian linguistic morfologi berarti ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan kata.( Chaer, 2008 )
Morfologi ialah ilmu bahasa tentang seluk-beluk bentuk kata (Arifin dan Junaiyah, 2009)
Morfologi adalah bidang
linguistic yang mempunyai susunan bagian-bagian kata secara gramatikal
,maksudnya setiap kata juga dapat dibagi atas segmen yang terkecil yang disebut
fonem, namun fonemfonem tidak harus berupa morf (Verharr, 1977).
Dari beberapa pengertian mengenai morfologi
seperti yang telah dipaparkan yang diambil dari beberapa sumber, dapat
disimpulkan bahwa haikiat morfologi ialah ilmu dalam bidang linguistik
yang mempelajarai proses pembentukan kata .
Identifikasi Morfem
Satuan bahasa terdiri
dari gabungan antara bentuk dan makna.Oleh sebab itu untuk menentapkan sebuah
morfem atau bukan ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan.Berikut
merupakan pedoman-pedoman untuk menentukan morfem atau bukan morfem :
1. Dua bentuk yang sama atau lebih yang memiliki makna yang sama, layak disebut sebagai morfem.
Contoh :
-
Sejak dua hari yang lalu dia
pergi tanpa member pesan
-
Hari senin merupakan jadwal
rutin upacara bendera
-
Dalam satu minggu terdiri dari
tujuh hari
Bentuk“ hari” pada ketiga kalimat diatas merupakan suatu morefem yang tidak
mempengaruhi pemaknaan, makna hari pada ketiga kalimat tersebut sama.
2. Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang berbeda merupakan
morfem yang berbeda.
Contoh :
-
Kita akan mendapatkan bunga
sebesar 5 persenj ika menabung di bank
-
Kemariniadatang dengan membawa
seikat bunga
-
Zafran adalah abangku yang
akan pulang pagi ini
-
Abang adalah deskripsi warna
merah dalam bahasa jawa
Bentuk “bunga” dan “abang” pada dua kalimat diatas merupakan morfem yang
sama namun memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks kalimat yang
digunakan.
3. Dua buah bentuk yang berbeda memiliki makna yang sama, namun merupakan dua
morfem yang berbeda.
Contoh :
-
Mama berjanji pada kuakan
pulang pagi ini
-
Ibu akan memasak sayur bayam
lengkap dengan sambal favoritku
Bentuk “ibu” dan “mama” merupakan dua morfem yang berbeda namun memiliki
makna yang sama, keduanya memiliki makna orang tua perempuan.
4. Bentuk-bentuk yang mirip (berbedasedikit) tetapi memiliki makna yang sama
adalah sebuah morfem yang sama, asalkan perbedaan tersebut dapat dijelaskan
secara fonologis.
Contoh :
-
Menari
-
Membeli
-
Menduga
-
Menyelam
-
Mengecek
Kelima bentuk tersebut merupakan bentuk-bentuk yang telah melalui proses
afiksasi atau proses morfologis.
5. Bentuk bentuk yang mucul dengan pasangan satu-satunya disebut juga morfem.
Contoh :
-
Lauk pauk (lauk
mendeskripsikan pauk)
-
Jeruji besi (jeruji
mendeskripsikan besi )
6. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besarapa bila
memiliki makna yang sama. Juga merupakan fonem yang sama
-
Membela
-
Pembela
-
Pembelaan
-
Berlaan
-
Terbela
-
Keterbelaan
Bentuk-bentuk diatas mempunyai makna yang sama
yaitu “bela” sehingga dapat diulang ulang dalams atuan yang lebih luas.
7. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar atau
dalams ebuah kalimat dan klausaapa bila maknanya berbeda secara polisemi
merupakan morfem yang sama.
Contoh :
-
Dian jatuh dari pohon minggu
lalu
-
Harga tembakau jatuh pada
tahun ini
-
Raisa jatuh sakit sejak empat
hari yang lalu
-
Nilai Riyan jatuh pada
semester ini.
Bentuk “jatuh” berulang ulang muncul pada kalimat namun secara pemakna`an bentuk “jatuh” pada empat kalimat diatas mengangdunng banyak makna atau
polisemi.
Objek kajian morfologi
adalah tentang Morfem dan Kata.
C. OBJEK KAJIAN MORFOLOGI
·
Morfem
Morfem adalah satuan
bahasa yang turut serta dalam pembentukan kata dan dapat dibedakan artinya.
Morfem dapat juga dikatakan unsur terkecil dari pembentukan kata dan
disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat
berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/ dan
/duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/ menyebabkan
perubahan arti pada kata duga.
1.
Morfem Bebas
Morfem bebas adalah
bentuk kata yang bisa berdiri sendiri dengan artinya, misalnya kata dasar dalam
bahasa indonesia. Contoh: buku, besar, jual. Kata dasar tersebut apabila tidak
mendapat imbuhan tetap memiliki arti
2.
Morfem Terikat
Morfem terikat adalah
bentuk kata yang selalu bergabung dengan morfem lain.
Morfem terikat terbagi
menjadi dua yaitu:
a.
Morfem Terikat Morfologis
Morfem terikat
morfologis yaitu morfem yang terikat oleh bentuk kata, terikat pada struktur
kata, misalnya imbuhan dalam bahasa Indonesia . Contoh:ber- pada kata beranak
berarti menghasilkan anak. Jika ber- berdiri sendiri tidak memiliki arti.
Morfem jenis ini juga terdapat didalam bahasa arab dan bahasa inggris.
b.
Morfem Terikat Sintaksis
Morfem terikat
sintaksis yaitu morfem yang mempunyai arti pada tataran kalimat, misalnya kata
sambung atau kata depan. Contoh: aku dan kamu pergi bersama. Kata dan pada
kalimat tersebut apabila berdiri sendiri tidak memiliki arti.
3. Morfem Zero
Morfem ini menjadi ciri
khas bahasa arab yaitu adanya beberapa morfem yang tersimpan atau
dikira-kirakan.
·
Kata
Kata adalah satuan
bebas yang terkecil, atau dengan kata lain, setiap satu satuan bebas merupakan
kata. Kata terdiri dari dua satuan, yaitu satuan fonologik dan satuan gramatik.
Sebagai satuan fonologik, kata terdiri dari satu atau beberapa suku kata, dan
suku kata itu terdiri dari satu atau beberapa fonem. Sebagai satuan gramatik,
kata ada yang terdiri dari satu morfem dan ada juga kata yang terdiri dari
beberapa morfem.
Daftar pustaka
·
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Komentar
Posting Komentar