I.KOMPOSISI
Nama : Muhammad Zukhruf Fikri Al Ayubi
NIM : 166106
Kelas : PBSI 2016 B
KOMPOSISI
PENGERTIAN KOMPOSISI
Menurut Abdul
Chaer (2008: 209) komposisi merupakan proses penggabungan dasar dengan dasar
yang dapat berupa akar maupun bentuk berimbuhan untuk mewadahi suatu “konsep”
yang belum tertampung dalam sebuah kata.
1.
Komposisi dalam Peristilahan.
Ada berbagai macam peristilahan yang digunakan
dalam bahasa indonesia, antara lain:
a. Kata
majemuk: gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna baru. Contoh: panjang
tangan yang berarti ‘pencuri’, meja hijau yang berarti ‘pengadilan’.
(Alisjahbana, 1953)
b. Kelompok
kata: terdiri atas kelompok longgar dan kelompok erat. (Fokker, 1951)
c. Menurut
Kridalaksana (1989) menyamakan istilah komposisi dengan perpaduan atau pemajemukan,
yaitu proses penggabungan dua leksem atau lebih yang membentuk kata.
2.
Aspek Semantik Komposisi.
a. Komposisi
yang menampung konsep-konsep yang digabungkan sederajat, sehingga membentuk
komposisi yang koordinatif. Contoh: baca tulis yang berarti ‘baca dan tulis’.
b. Komposisi
yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, sehingga melahirkan
komposisi yang subordinatif. Unsur pertama merupak unsur utama, dan unsur kedua
merupakan unsur penjelas. Contoh: kata dasar sate sebagai unsur utama digabung
dengan dasar ayam menjadi komposisi sate ayam yang bermakna gramatikal ‘sate
yang berbahan daging ayam’.
c. Komposisi
yang menghasilkan istilah, yaitu maknanya sudah pasti, sudah tentu, meskipun
bebas dari konteks kalimatnya, karena sebagai istilah hanya digunakan dalam
bidang ilmu atau kegiatan tertentu. Makna istilah dalam komposisi ini
ditentukan oleh hubungan keseluruhan. Contoh: istilah linguistik yang terdiri
dari klausa verbal, kalimat inti, dan morfem bebas.
d. Komposisi
pembentuk idiom yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan mkna
idiomatik, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun
gramatikal. Contoh: membanting tulang yang berarti ‘bekerja keras’.
e. Komposisi
yang menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah wujud dalam dunia nyata.
Contoh: Selat Sunda.
Komposisi dibagi menjadi tiga, yaitu komposisi nominal, verbal, dan
ajektival.
1.
Komposisi Nominal.
Menurut Abdul Chaer (2008: 216-225) komposisi
nominal merupakan komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina.
Komposisi nominal dapat dibentuk dari dasar:
a. Nomina +
nomina, contoh: kakek nenek.
b. Nomina +
verba, contoh: meja makan.
c. Nomina +
ajektiva, contoh: meja hijau.
d. Adverbia
+ nomina, contoh: beberapa murid.
Berdasarkan
semantik, komposisi nominal dapat dibedakan menjadi lima macam:
a. Komposisi
nominal bermakna gramatikal
Makna
gramatikal adalah makna yang muncul dalam proses penggabungan dasar dengan
dasar dalam pembentukan sebuah komposisi. Terdapat beberapa makna gramatikal,
diantaranya adalah:
·
Gabungan biasa, diantara kedua usurnya dapat
disisipkan kata ‘dan’. Contoh: ayah dan ibu.
·
Asal tempat, diantara kedua unsurnya dapat
disispkan kata berasal dari. Contoh: Soto Madura.
b. Komposisi
nominal bermakna idiomatik baik berupa idiom penuh maupun idiom sebagian.
Contoh: orang tua dalam arti ‘ayah ibu’, meja hijau dalam arti ‘pengadilan’.
c. Komposisi
nominal metaforis yakni dengan mengambil salah satu komponen makna yang
dimiliki oleh unsur tersebut. Contoh: kaki mobil, kaki gunug, daun telinga.
d. Komposisi
nominal makna dan istilah.
|
Nama
|
Istilah
|
|
Hotel
Indonesia
|
Buku
ajar
|
|
IKIP
Jakarta
|
Lepas
landas
|
|
Kampung
Bali
|
Anak
angkat
|
|
Tanah
Abang
|
Rumah
singgah
|
|
Kali
Ciliwung
|
Pagar
ayu
|
e. Komposisi
nominal dengan adverbia. Makna komposisi ini ditentukan oleh makna leksikal dari
kata adverbia. Adverbia yang mendampingi nomina adalah adverbia yang menyatakan
negasi dan jumlah. Contoh: tanpa uang, banyak hujan.
2.
Komposisi Verbal.
Komposisi verbal merupakan komposisi yang dalam
satuan klausa berkategori verbal. Komposisi verbal dapat dibentuk dari dasar:
·
Verba + verba, contoh: duduk termenung.
·
Verba + nomina, contoh: membanting tulang.
·
Verba + ajektiva, contoh: lari cepat.
·
Adverbia + verba, contoh: sudah makan.
Berdasarkan
semantik, komposisi verbal dapat dibedakan menjadi tiga:
a. Komposisi
verbal bermakna gramatikal
Terdapat beberapa makna gramatikal,
diantaranya:
·
Gabungan biasa. Contoh: caci maki, baca tulis,
maju mundur.
·
Sambil, diantara kedua unsurnya disisipi kata
sambil. Contoh: datang menggendong.
·
Untuk, diantara kedua unsurnya disisipi kata
untuk. Contoh: pergi berobat.
b. Komposisi
verbal bermakna idiomatikal
Contohnya makan garam yang berarti
‘pengalaman’. Hampir semua komposisi verba bermakna idiomatikal, yakni yang
berstruktur verba + nomina atau berupa klausa predikat + objek atau objek +
pelengkap.
Pada kontruksi predikat + objek, makna verba
yang menjadi predikat sangat bergantung pada nomina sebagai objek yang
mengikutinya. Contoh pada verba makan, mengambil dan menjual
|
Makna
gramatikal
|
Makna
idiomatikal
|
Makna
polisemi
|
|
Makan
tempe
|
Makan
hati
|
Makan
waktu
|
|
Mengambil
buku
|
Mengambil
hati
|
Mengambil
istri
|
|
Menjual
kain
|
Menjual
diri
|
Menjual
paksa
|
c. Komposisi
verbal dengan adverbia
Verba sebagai pengisi predikat dalam sebuah
klausa didampingi oleh sebuah adverbia atau lebih. Adverbia pendamping verba
adalah:
·
Adverbia negasi: tidak, tanpa.
·
Adverbia kala: sudah, sedang,
·
Adverbia keselsaian: sedang, belum.
·
Adverbia aspektual: boleh, wajib, harus.
·
Adverbia frekuensi: sering, jarang.
·
Adverbia kemungkinan: mungkin, pasti.
Contoh
komposisi dalam kelas adverbia: tidak makan, sudah tidak makan, tidak akan
makan, sudah tidak akan makan.
3.
Komposisi Ajektival.
Yang dimaksud dengan komposisi ajektival adalah
komposisi yang dalam satuan klausa berkategori ajektiva. Komposisi ajektiva
dapat dibentuk dari dasar:
·
Ajektiva + ajektiva, contoh: besar kecil, tua
muda.
·
Ajektiva + nomina, contoh: biru laut, keras
hati.
·
Ajektiva + verba, contoh: malu bertanya.
·
Adverbia + ajektiva, contoh: sangat indah.
Dalam
semantik ada tiga macam komposisi ajektiva, antara lain:
a. Komposisi
ajektival bermakna gramatikal
·
Gabungan biasa, contoh: gagah berani, atas
bawah.
·
Seperti, contoh: kuning emas, biru laut.
·
Serba, contoh: warna seragam mereka
merah-merah.
b. Komposisi
ajektival bermakna idiomatikal. Contoh: tinggi ahti dalam arti ‘angkuh’, keras
kepala dalam arti ‘tidak mau menurut nasihat’.
c. Komposisi
ajektival dengan adverbial
Ada dua macam adverbia yang mendampingi
ajektiva untuk membentuk komposisi ajektival yaitu:
·
Adverbial negasi tidak. Contoh: tidak bagus,
tidak baik, tidak mudah.
·
Adverbial derajat. Contoh: agak, sama, lebih.
Contoh: agak tinggi, sangat panjang, tua sekali.
Daftar pustaka :
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa
Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Muslich, Masnur. 1990. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
BumiAksara
Komentar
Posting Komentar