H.REDUPLIKASI
Nama : Muhammad Zukhruf Fikri Al Ayubi
NIM : 166106
Kelas : PBSI 2016 B
REDUPLIKASI
PENGERTIAN
REDUPLIKASI
Reduplikasi
adalah proses pengulangan bentuk satua kebahasaan, Dalam bahasa Indonesia
reduplikasi merupakan mekanisme yang penting dalam pembentukan kata, di samping
afiksasi, komposisi dan akronimisasi (Chaer, 2008:178).Reduplikasi menurut
Soedjito (1995: 109),
Reduplikasi atau pengulangan
adalah proses pembentukan kata dengan mengulang bentuk dasar, baik secara utuh
maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak.
Sedangkan pengertian Reduplikasi menurut Ramlan (1985: 57), Proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik,
baik seluruhnya maupun sebagiannya, baik dengan variasi fonem maupun tidak.
Jenis – Jenis Reduplikasi
A. Reduplikasi Fonologis
Reduplikasi fonologis terjadi pada
dasar yang bukan bukan akar atau terhadap bentuk yang statusnya lebih tinggi
dari akar.Reduplikasi fonologis ini tidak menghasilkan makna gramatikal,
melainkan menghasilkan makna leksikal.
1.
Sebuah
kata yang bunyi kedua suku katanya sama. (dada, pipi, kuku, cincin)
2.
Bentuk
pengulangan yang diulang secara utuh, namun bentuk dasar tersebut tidak ada
dalam bahasa Indonesia. (foya-foya, tubi-tubi, anai-anai, ani-ani)
3.
Bentuk ini
juga merupakan pengulangan yang diulang secara utuh, hasil reduplikasinya tidak
melahirkan makna gramatikal melainkan hanya menghasilkan makna leksikal.
(kupu-kupu, kura-kura, onde-onde, paru-paru)
4.
Merupakan
kata ulang sem karna tidak diketahui bentuk dasar pengulangannya dan maknanya
pun hanya makna leksikal juga. (Luntang-lantung, mondar-mandir, teka-teki,
kocar-kacir).
B. Reduplikasi Sintaksis
Reduplikasi sintaksi adalah proses
pengulangan terhadap sebuah dasar yang biasanya berupaakar, tetapi menghasilkan
satuan bahasa yang statusnya lebih tinggi daripada sebuah kata. Kridalaksana
(1989) menyebutkan menghasilkan sebuah ‘ulangan kata’, bukan ‘kata ulang’.
Contoh :Jangan – jangankau dekati
pemuda itu.
C. Reduplikasi Semantis
Reduplikasi semantis adalah
pengulangan “makna” yang sama dari dua buah kata yang bersinonim.
Contoh :
1.
Ilmu
pegetahuan.
2.
Alim
ulama.
D. Reduplikasi Morfologis
Dapat terjadi pada bentuk dasar yang berupa akar, berupa
bentuk berafiks, dan bentuk komposisi.
1.
Pengulangan
Akar.
a.
Pengulangan
utuh (tanpa melakukan perubahan bentuk fisik dari akar)
Contoh : meja-meja, kuning-kuning.
b.
Pengulangan
sebagian (diulang dari bentuk dasar hanya salah satu suku katanya) Contoh :
leluhur, tetangga, jejari.
c.
Pengulanagan
dengan perubahan bunyi (diulang tetapi disertai dengan perubahan bunyi)
Contoh : bolak-balik, ramah-tamah.
d.
Pengulangan
dengan infiks (diulang tetapi diberi infiks pada unsure pengulangannya)
Contoh : turun-temurun, tali-temali.
2. Pengulangan dasar berafiks :
a.
Prefiks ber- : berlari – lari,
berputar – putar.
b.
Konfiks ber-an :
berlari – larian, bertangis – tangisan.
c.
Berprefiks
me- : menembak – nembak.
d.
Berklofiks
me-kan : membeda – bedakan.
e.
Berklofiks me- :
menulis – nulisi.
f.
Berprefiks
pe- :
pemuda – pemuda.
g.
Berkonfiks
pe-an :
penjelasan – penjelasan.
h.
Berkonfiks
per-an : peraturan – peraturan.
i.
Bersufiks –an :
obat – obatan.
j.
Berprefiks
se- :
sedikit – sedikit.
k.
Berprefiks
ter- :
tertawa – tawa.
l.
Berkonfiks
se-nya : secepat – cepatnya.
m.
Berkonfiks
ke-an :
keragu – raguan.
n.
Berinfiks (-em-, -el-, -er-, -m-) : tali – temali.
E. Reduplikasi Dasar Nomina
1.
Bermakna
gramatikal Banyak.
Contoh
: Pemda akan menggusur rumah-rumah tanpa IMB itu.
2.
Bermakna
gramatikal banyak dan bermacam – macam.
Contoh
: Dulu diaerah pasar minggu banyak buah-buahan.
3.
Bermakna
gramatikal banyak dengan ukuran tertentu.
Contoh
: Kami sudah berhari-hari belum makan.
4.
Bermakna
gramtikal menyerupai atau seperti.
Contoh
: Adik menagis mita dibelikan mobil-mobilan.
5.
Bermakna
gramatikal saat atau waktu.
Contoh
: Pagi-pagi sekali dia sudah berangkat kerja.
F.
Reduplikasi Dasar Verba
1.
Bermakan
gramtikal kejadian berulang kali.
Contoh : Dari tadi beliau marah – marah terus.
2.
Bermakan
gramtikal kejadian berintensitas.
Contoh : Kami berjalan – jalan mengelilingi kebun raya bogor.
3.
Bermakan
gramtikal kejadian berbalasan.
Contoh : Sikut – menyikut sesama mereka sudah biasa.
4.
Bermakan
gramtikal dilakukan tanpa tujuan(dasar).
Contoh : Mari kita duduk – duduk di taman depan.
5.
Bermakan
gramtikal hal tindakan.
Contoh : menerima pekerjaan ketik – mengetik.
6.
Bermakan gramtikal
begitu (dasar).
Contoh : Rupanya dia lapar sekali, pulang – pulang minta makan.
G. Reduplikasi Dasar Ajektiva.
1.
Bermakna
gramatikal banyak yang (dasar).
Contoh : Rumah di daerah itu bagus – bagus.
2.
Bermakna
gramatikal se (dasar) mungkin.
Contoh : Bukalah jendela itu lebar – lebar.
3.
Bermakna
gramatikal hanya yang (dasar).
Contoh : Kumpulkan buah itu yang besar – besar saja.
4.
Bermakna
gramatikal sedikit bersifat (dasar).
Contoh : Warna meja itu kebiru – biruan.
5.
Bermakna
gramatikal meskipun (dasar).
Contoh : Gelap – gelap datang juga dia kerumahku.
6.
Bermakna
gramatikal semua (dasar) dengan.
Contoh : Nyamuk disitu segede – gede lalat hijau.
7.
Bermakna
gramatikal intensitas.
Contoh : Dia memang sengaja menjelek – jelekan nama kita.
H. Reduplikasi Kelas Tertutup
1.
Reduplikasi
dasar adverbia negasi.
Kosakata adverbia negasi
adalah bukan, tidak, tak dan tidak. Yang terlihat dalam proses reduplikasi
hanyalah bukan dan tidak.
Contoh :
a.
Di sini
kamu jangan bicara yang bukan – buka.
b.
Anak ini
selalu menangis mintak yang tidak – tidak.
2.
Reduplikasi
dasar adverbia larangan.
Contoh :
a.
Hari ini
dia tidak masuk sekolah, kemaren juga tidak, jangan – jangan dia sakit.
b.
Mari kita
segera pulang, jangan – jangan ayah sudah pulang.
3.
Reduplikasi
dasar adverbia kata.
Contoh :
a.
Kalau yang
sudah – sudah kami memang kasihan kepadanya.
b.
Kerjanya
hanya mengumpulkan harta seakan – akan dia bisa hidup selamanya.
4.
Reduplikasi
dasar adverbia keharusan.
Contoh :
a.
Mari kita
singgah kerumah beliau, kali – kali saja beliau ada di rumah.
b.
Boleh –
boleh saja kalau anda mau mengajukan usul itu.
5.
Reduplikasi
dasar adverbia jumlah.
Contoh : Jumlah peserta
sebanyak – banyaknya hanya 100 orang.
6.
Reduplikasi
dasar adverbia taraf
Contoh : Harganya paling –
paling seribu rupiah.
7.
Reduplikasi
dasar adverbia frekuensi (sekali, jarang, sering, dan lagi).
Contoh : Jangan sekali –
kali kau langgar peraturan itu.
8.
Reduplikasi
dasar adverbia tanya.
Contoh : Dia bukan siapa –
siapa, maka jangan takut.
9.
Reduplikasi
dasar konjungsi koordinatif.
Contoh : Kita tidak perlu
mengingat kejadian yang lalu.
10.
Reduplikasi
dasar konjungsi subordinatif.
Contoh : Mari kita ke
kabun, kalau – kalau ada durian jatuh.
11.
Reduplikasi
dasar numeralia (nama bilangan dan pecahan).
Contoh : Setiap anak di
beru apel dua – dua.
12.
Reduplikasi
dasar konjungsi kordinatif.
Contoh : Kita tidak perlu
mengingat lagi kejadian yang lalu – lalu.
13.
Reduplikasi
dasar konjungsi subordinatif.
Contoh : Kami hanya berandai
– andai, tidak memikirkan yang sebenarnya.
Daftar pustaka :
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa
Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Muslich, Masnur. 1990. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
BumiAksara
Komentar
Posting Komentar