J. ARTI MORFEM DALAM BAHASA INDONESIA



Nama               : Muhammad Zukhruf Fikri Al Ayubi
NIM                 : 166106
Kelas                : PBSI 2016 B

ARTI MORFEM DALAM BAHASA INDONESIA


ARTI MORFEM IMBUHAN
Yang dimaksud dengan arti disini bukanlah arti suatu kata yang terdapat dalam kamus,tetapi arti sebagai akibat bergabungnya morfem satu dengan yang lain.
Contoh:
kuda bermakna binatang kaki empat
morfem {ber-} +kuda =berkuda(berubah arti mengendarai kuda)
1.      Morfem Imbuhan (meN-)
Arti morfem imbuhan {meN-} sangat bergantung pada kelas kata  bentuk dasarnya.apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja imbuhan {meN-} mempunyai arti :
Arti
Kata
Makna
Melakukan tindakan
Mengambil
Menjual
Membeli
Melakukan tindakan ambil
Melakukan tindakan jual
Melakukan tindakan beli

Menjadi seperti
Melarut

Menurun

Meluap

Menjadi/dalam keadaan larut
Menjadi/dalam keadaan turun
Menjadi/dalam keadaan luap

Membuat kesan
Mengalah

Membisu

Membuat kesan kalah dengan sengaja
Membuat kesan bisu dengan sengaja


·        Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda imbuhan {meN-} mempunyai beberapa arti.
Arti
Kata
Makna
Pergi ke...atau menuju ke.....

Mendarat
Melaut

Menuju ke darat
Menuju ke laut

Mencari atau mengumpulkan

Merumput

Merotan
Mencari mengumpulkan rumput
Mencari mengumpulkan rotan

Menjadi

Membuah
Membisu
Menjadi buah
Menjadi bisu

Membubuhkan

Mencap
Mencat

Membubuhkan cap
Membubuhkan cat

Membuat apa

Menyate
Menggulai

Membuat sate
Membuat gulai

Berlaku seperti

Membabi  buta
Merajalela

Berlaku seperti babi buta
Berlaku seperti rajalela

Melakukan tindakan dengan alat/menggunakan alat

Menyabit
Memistol

Menggunakan sabit
Menggunakan pistol

Meminum/menghisap

Mengopi
Merokok

Meminum kopi
Menghisap rokok

Menyerupai

Menyemut
Membukit

Menyerupai semut
Menyerupai bukit

Dalam keadaan /berfungsi sebagai

Menjanda

Menyopir

Dalam keadaan sebagi  janda
Berfungsi sebagai sopir

Mengeluarkan bunyi

Mengeong

Menggonggong

Mengeluarkan bunyi ngeong
Mengeluarkan bunyi gonggong

·        Apabila bentuk dasar berkelas kata sifat imbuhan {meN-} mempunyai arti seperti:
Arti
Kata
Makna
Menjadi seperti bentuk dasar dengan sendirinya

Menguning(padi)

Memutih (rambut)

Menjadi kuning dengan sendirinya
Menjadi putih dengan sendirinya

Menimbulkan kesan

Memanjang

Merendah hati

Menimbulkan kesan panjang
Menimbulkan kesan rendah hati



2.      Morfem Imbuhan (ber-)
Bentuk dasar yang dapat bergabung dengan imbuhan {ber-} dapat dikelompokkan atas empat kelas,yaitu bentuk dasar yang berkelas kata kerja,kata benda,kata sifat (adjektiva)dan bilangan.
Ø  Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka imbuhan {ber-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Dalam keadaan
Berada
Dalam keadaan ada
Menjadi
Berubah
Menjadi ubah
Melakukan
Bekerja
Melakukan kegiatan kerja
Ø  Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda maka imbuhan {ber-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Memakai
Bersepatu
Memakai sepatu
Mempunyai
Bersuami
Mempunyai suami
Mengeluarkan
Berdarah
Mengeluarkan darah
Ø  Apabila bentuk dasarnya kata sifat imbuhan {ber-} mempunyai arti “dalam keadaan”.
Contoh :  berduka artinya dalam keadaan duka
            bersedih artinya dalam keadaan sedih
Ø  Apabila bentuk dasarnya kata bilangan imbuhan {ber-} mempunyai arti “menjadi”atau “kumpulan yang terdiri atas’’ jumlah yang tersebut pada bentuk dasar.
Contoh : Berdua kumpulan yang terdiri atas dua
Ø  Bila ada proses pengulangan pada kelas numeral maka morfem {ber-} menunjuk arti ‘dalam jumlah kelipatan seperti bentuk dasar.
Contoh :Berpuluh-puluh artinya dalam jumlah kelipatan sepuluh
3.      Morfem Imbuhan (di-)
Arti imbuhan {di-} hanya satu,yaitu menyatakan suatu tindakkan yang pasif.contohnya diambil,disiram,dibayar,dan sebagainya.pengertian pasif disini tidak berarti tidak sengaja atau tidak melakukan apapun sama sekali.tetapi pengertian pasif disini semata-mata dihubungkan dengan fungsi subjeknya.
4.      Morfem Imbuhan (ter-)
Bentuk dasar  yang dapat bergandeng dengan imbuhan {ter-} adalah bentuk dasar yang berkelas kata kerja,kata sifat,dan kata benda.
Ø  Bila awalan {ter-} melekat pada kelas kata benda mempunyai makna:


Arti
Kata
Makna
Tak sengaja (di)
Tercangkul
Tak sengaja dicangkul
Dapat di (kan/i)
Tergambar
Terbukti
terpengaruh

Dapat digambar
Dapat dibuktikan
Dapat dipengaruhi

Ø  Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka imbuhan {ter-} mempunyai beberapa arti:
Arti
Kata
Menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak sengaja

Tertiup
Tersentuh
terganggu

Dapat atau sanggup
Terangkat
terkejar

Menyatakan bahwa pekerjaan sudh selesai (perfektif)

Tertulis
Termuat

Ketiba-tibaan
Teringat
Terbangun


5.      Morfem Imbuhan (peN-)
Ø  Apabila bentuk kata dasarnya berkelas kata kerja maka {peN-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan’orang yang(biasa) melakukan pekerjaan yang-sebut pada bentu dasar ‘

Pengarang

penjual

Orang yang (biasa) melakukan mengarang
Orang yang(biasa) melakukan menjual

Menyatakan ‘alat yang dipakai untuk melakukan tindakan yang tersebut pada bentuk dasar’

Penggaris
pengangkut

Alat untuk menggaris
Alat untuk mengangkut

Ø  Apabila bentuk dasarnya berkelas kata sifat maka imbuhan {peN-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan ‘yang memiliki sifat

Periang
Peramah
Yang mempunyai sifat riang
Yang mempunyai sifat ramah

Menyatakan ‘yang menyebabkan adanya sifat

Pengeras
Pendingin
Yang menyebabkan jadi keras
Yang menyebabkan jadi dingin
Orang yang mudah cepat/menjadi seperti
Pemarah
Pelupa
Orang yang mudah menjadi marah
Orang yang mudah menjadi lupa

Ø  Apabila bentuk  dasarnya berubah kata benda maka imbuhan {peN-} memiliki arti:
Arti
Kata
Makna
Yang biasa melakukan tindakan/pekerjaan yang berhubungan dengan benda

Pelaut
Perantau
perokok

Orang yang biasa melaut
Orang yang biasa merantau
Orang yang biasa merokok


6.      Morfem Imbuhan (pe-)
morfem imbuhan {pe-} mempunyai kesejajaran dengan morfem imbuhan {ber-}.
Contoh : Pelari =orang yang berlari
            Petani =orang yang bertani
7.      Morfem Imbuhan (per-)
Ø  Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan bentuk kata benda mempunyai  arti ‘menjadikan (objek) sebagai ‘ atau memperlakukan (objek) sebagai.
Contoh : peristri=  menjadikan (objek) sebagai istri
Ø   Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan bentuk kata bilangan mempunyai arti ‘membuat jadi.
Contoh : Pertiga= membuat jadi tiga
Ø   Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan kata sifat mempunyai arti ‘membuat jadi lebih’.
Contoh : Perdalam= membuat jadi dalam
8.      Morfem Imbuhan (se-)
Ø  morfem imbuhan {se-} bergandeng dengan kata benda  yang mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan ‘satu’
Sebuah
Seminggu

Satu buah
Satu minggu

Menyatakan ‘seluruh’
Sedunia
Seisi buku

Seluruh dunia
Seluruh isi buku

Menyatakan ‘sama atau’sebesar
Sekepala
Sama dengan kepala atau sebesar kepala
Ø  morfem imbuhan {se-} juga bisa bergabung dengan penggolong benda
Contoh :seorang,seekor,sebuah,sebatang,sebidang,sepotong
Ø  morfem imbuhan {se-} juga bisa bergabung dengan penggolong benda
Contoh :seorang,seekor,sebuah,sebatang,sebidang,sepotong
Ø  Kata sifat pun bisa dilekati morfem {se-} namun hanya diawalan dan bermakna ‘sama seperti’ atau ‘sama-sama.....’ atau ‘sama......-nya’
Contoh : segenit bermakna sama-sama genitnya
9.      Morfem Imbuhan (ke-)
Ø  Apabila imbuhan {ke-} bergandeng dengan bentuk kata bilangan maka imbuhan {ke-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan kumpulan yang terdiri atas jumlah

Kelima(anak itu anak saya)
Kumpulan anak yang terdiri atas lima orang

Menyatakan urutan
(Anak) kelima
Anak yang nomor lima
Ø  Apabila imbuhan {ke-} bergndeng degan bentuk dasar selain kata bilangan maka imbuhan {ke-} mempunyai arti ‘yang di...’atau yang dianggap’.
Contoh :kekasih =yang dikasihi
               kerangka(kerangka laporan) =yang dianggap rangka
10.  Morfem Imbuhan (kan-)
Ø  Morfem {-kan} bisa melekat pada kata benda.
Contoh : bukukan
           kanfaskan
Ø  Morfem {-kan} bermakna kata kerja
Contoh : bacakan
           belikan
Ø  Morfem {-kan} bermakna kata sifat
Contoh : hitamkan
           putihkan
Ø  Morfem {-kan} selalu bergandeng dengan morfem {meN-} terutama dalam kalimat berita.
Contoh : ibu membelikan aku pesawat jet
11.  Morfem Imbuhan (-i)
Morfem imbuhan {-i} merupakan morfem tersendiri yang mempunyai arti sendiri dalam pembentukkan kata.morfem {-i} biasanya bergandeng dengan bentuk kata kerja dan mempunyai dua arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar itu dilakukan berulang-ulang’

Melempari
Melempar berulang-ulang

Menyatakan melakukan tindakan yang tersebut pada bentuk dasarnya di suatu tempat

Menulisi
Menulis di.....
Melakukan sesuatu atau terjadi sesuatu pada...’’

Meliputi
Mendekati

Meliput pada ....
Mendekat pada ....
12.  Morfem Imbuhan (-an)
Morfem imbuhan {-an} dapat bergabung dengan bentuk dasar kata benda,kata kerja,kata sifat,dan kata bilangan.
Apabila bergandeng dengan bentuk dasar kata benda morfem imbuhan{-an} mempunyai dua kemungkinan arti yakni:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan’tiap-tiap’

Meteran
bulanan

Tiap-tiap meter
Tiap-tiap bulan

kumpulan’atau ‘yang banyak...nya’atau ‘luas....nya’

Durian
Lautan

Banyak durinya
Luas lautnya

‘yang ada di...’
Bawahan
Atasan

Yang ada di bawah
Yang ada di atas

13.  Morfem Imbuhan (-wan)
Morfem imbuhan {-wan}dapat melekat pada bentuk dasar berkelas kata benda misalnya sejarawan,negarawan,hartawan,dwibahasawan.arti {-wan}untuk ini adalah sebagi berikut:
Arti
Kata
Makna
‘orang yang ahli dalam bidang..
Ilmuwan

Budayawan
Orang yang ahli dalam bidang ilmu
Orang yang ahli dalam bidang budaya

‘Orang yang pekerjaannya khusus’
Wartawan

Usahawan
Orang yang pekerjaannya khusus  dalam bidang warta
Orang yang pekerjaannya khusus di bidang cipta usaha

Orang yang memiliki seperti bentuk dasar yang bersifat lebih
Rupawan

Dermawan
Orang yang memiliki rupaa lebih
Orang yang emiliki budi lebih/mulia

14.  Morfem Afiks {-el-}.{-er-},{-em-}
Suatu kata yang memperoleh sisipan ( morfem infiks).
Contoh: kata telunjuk mempunyai arti jari tangan yang biasa digunakan untuk menunjuk.(pembentukkan morfem afiks {-el-})
{-er-}= sabut+{-er-}=serabut
{-em-}=kuning+{-em-}=kemuning

15.  Morfem Imbuhan {ke-an}
Arti
Kata
Makna
‘Suatu abstraksi atau hal’

Keberangkatan
Keduniaan

Hal berangkat
Hal dunia

‘Menderita atau yang dikenai’

Kedinginan
Kehujanan

Menderita dingin
Dikenai hujan

‘Tempat atau daerah’

Kelurahan
Kepresidenan

‘Tempat’daerah lurah
Tempat presiden

Mempunyai arti’sifat’

Kejawaan
Keislaman

Sifat jawa
Sifat islam

16.  Morfem Imbuhan {peN- -an}
Morfem ini bisa bergabung dengan kata benda (penghargaan ,pengairan,penamaan),dalam kata kerja (pengajaran,pendidikan,penghabisan),dalam kata sifat (pengadilan ,pengasingan),dalam kata bilangan (penyatuan).arti imbuhan morfem {pe-an} adalah:
Arti
Kata
Makna
Hal/proses
Pemeriksaan
Pembacaan

Hal/proses memeriksa
Hal/proses membaca

Hal/hasil
Pengalaman
Penghasilan

Hal/hasil mengalami
Hal/hasil dari menghasilkan

Tempat
Pengadilan
Penggilingan

Tempat mengadili
Tempat menggiling

17.  Morfem Imbuhan {per-an}
Setelah melekat pada bentuk dasarnya,morfem imbuhan {per-an}mempunyai beberapa arti:

Arti
Kata
Makna

Perekonomian

Perjudian
Hal-hal yang berhubungan dengan eknomi
Hal-hal yang berhubungan dengan judi


Perkembangan
Perdamaian 
Hal berkembang
Hal berdamai


Pertokohan
Perumahan
Daerah toko
Kumpulan/daerah rumah


Perlindungan
Perkebunan
Tempat berlindung
Tempat berkebun


18.Morfem Imbuhan {ber-an}
      Bentuk dasar yang dapat bergabung dengan morfem ini adalah betuk dasar yang berkelas kata kerja saja.kemungkinan artinya seperti:
Arti
Kata
Makna
‘tindakan  yang bentuk dasarnya dilakukan oleh banyak orang’
Bermunculan
Berguguran
Berdatangan
Banyak yang muncul
Banyak yang gugur
Banyak yang datang
‘tindakkan yang terdapat pada bentuk dasarnya dilakukan secara berulang-ulang
Berloncatan
Berlarian
Berloncatan berulang-ulang
Berlari berulang-ulang
‘tindakkan yang terdapat pada bentuk dasarnya dilakukan oleh dua pihak yang saling mengenai’
Berkiriman
Berpandanga
berpukulan
Saling mengirim
Saling memandang
Saling memukul

19.Morfem afiks {meN-kan}
      Morfem afiks {meN-kan} bisa bergabung dengan kata keja,misalnya (melaksanakan,menjalankan,mengerjakan) dalam kata benda (menceritakan,menyekolahkan), dalam kata sifat (mengindahkan,membahagiakan),dalam kata bilangan (menyatakan).makna {meN-kan} mempunyai arti:


Arti
Kata
Makna
‘menjadikan (objek) sebagai seperti bentuk dasar
mencerinkan
Menjadikan  (objek) sebagi cermin
‘membuat(objek)
(melakukan tindakkan)’
Membangunkan
Mendatangkan
Membuat  (objek) bangun
Membuat (objek) datang
Memberi(objek) sesuatu’
Mengizinkan
Menjanjikan
Memberi (objek) izin
Memberi (objek) janji
Melakukan tindakkan’
membicarakan
Melakukan tindakkan bicara

20.Morfem afiks {meN-i}
      Morfem {meN-i} dapat bergabung dengan kata benda (memusuhi).deengan kata kerja (mengawini,menulisi),dan dengan kata sifat (menyukai,mematuhi,dan menikmati).arti morfem {meN-i} untuk bentuk-bentuk ini adalah:
Arti
Kata
Makna
‘menjadikan (objek) sebagai’
Memusuhi
Menjadikan (objek) sebagai musuh
‘memberikan (objek) seperti’
Menjuduli
Melukai
Memberi (objek) judul
Memberi (objek) luka
(melakukan) perbuatan seperti bentuk dasar di/pada/ke (objek)
Menduduki
Mendatangi
Menanyai
Melakukan duduk di (objek)
Datang ke (objek)
Tanya pada (objek)
Membuat/menyebabkan (objek)
menghitami
Membuat/mennyebabkan(obje) hitam
‘jadi seperti bentuk dasar di/dalam (objek)
Merajai
mewakili
Jadi raja di dalam (objek)
Jadi wakil di dalam (objek)
Menganggap/memperlakukan (objek)
Membodohi
Membelakangi
Menganggap (objek) bodoh
Menganggap(objek) sebagai (ada di ) belakang

21.Morfem Afiks {se-nya}
      Morfem ini dapat melekat kata sifat (sepenuhnya,sewajarnya),dengan kata kerja(seadanya,sebaliknya,semulanya),dengan kata tugas (sebaiknya,semulanya,sesudahnya).konfik {se-nya}mempunyai arti –tepatnya;tugas seperti berikut:
Bentukan
Kata
Pembentukkan aadverbia/keterangan
Sebaliknya
Seandainya
Selanjutnya
dll
Pembentukkan modalitas
Sebenarnya
Semestinya
Sekiranya
dll

22,morfem afiks {-isme},{(is)asi},{-logi}
      Meski afiks ini dipungut dari bahasa asing,morfem-morfem tersebut amat produktif dalam pembentukkan kata.dia bisa melekat pada bentuk dasar asli bahasa indonesia.
Morfem
Makna
Contoh
{-isme}
Paham,aliran,sifat
Sungkanisme,gombalisme
{-(is)asi}
Proses atau peN-bentukdasar-an
Helmisasi bermakna proses penghelman
Tiwulisasi bermakna pemeliharaan lele
{-logi}
Studi tentang seperti bentuk dasar
Jawanologi bermakna studi/pengkajian tentang jawa



ARTI MORFEM ULANG
Morfem ulang bahasa Indonesia dapat membentuk kata dengan bentuk dasar yang berkelas kata kerja, kata benda dan kata sifat.
a.       Kata kerja
·        Menyatakan “tindakan”
Memukul-mukul : ‘memukul berulang-ulang’
Mengiris-iris           : ‘ mengiris berulang-ulang’
·        Menyatakan “tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak”
Bantu-membantu                : ‘saling membantu’
Tinju-meninju                      : ‘saling meninju’
·        Menyatakan “hal yang bersangkutan dengan bentuk dasar”
Cetak-mencetak                             : ‘hal-hal yang berhubungan dengan kef=giatan           mencetak’
Coret-mencoret                                          : ‘hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan           mencoret’
·        Menyatakan “tindakan yang bersenang-senang”
Makan-makan                    : ‘makan seenaknya atau santai bersenang-senang’
Berjalan-jalan                     : ‘berjalan seenaknya atau bersenang-senang’

b.      Kata benda
·        Menyatakan ‘banyak’
Gedung-gedung                  : ‘banyak gedumg’
Orang-orang                       : ‘banyak orang’
·        Menytakan ‘meskipun’
Beras-beras (dimakannya)              : ‘meskipun beras’
 Darah-darah (diminumnya)                         : ‘meskipun darah’

c.       Kata sifat
·        Menyatakan ‘lebih ... lagi’
Cepat-cepat                       : ‘lebih cepat lagi’
Rajin-rajin              : ‘lebih rajin lagi’
·        Menyatakan ‘agak’
Kehijau-hijauan                  : ‘agak hijau’
Keheran-heranan                : ‘agak heran’
·        Menyatakan ‘meskipun’
Jelek-jelek              : ‘meskipun jelek’
Kecil-kecil              : ‘meskipun kecil’
·        Menyatakan ‘superlatif’
Sekecil-kecilnya                 : ‘tingkat yang paling kecil’
Sebaik-baiknya                        : ‘tingkat yang  paling baik’

ARTI MORFEM KONSTRUKSI MAJEMUK
Secara sederhana, kata majemuk bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok :
1.      Kelompok pertama (lepas dari arti unsur-unsurnya)
Contoh : meja hijau = pengadilan
             Naik daun = terkenal
            Membanting tulang = bekerja keras
2.      Kelompok kedua(masih mengandung unsur yang sama)
Contoh : rumah makan, kamar tidur, kamar tunggu, jumpa pers, jual beli, pulang pergi.
3.      Kelompok ketiga (morfem unik)
Contoh : tua renta, hitam legam, anak pinak, gelap gulita, basah kuyup, malam kelam, tunggang langgang.

Daftar pustaka  :
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Muslich, Masnur. 1990. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: PT BumiAksara

Komentar

Postingan Populer